Locations of visitors to this page JAMBI GLOBAL: INILAH SEBAB WANITA TAK PERLU VIAGRA

Sabtu, 05 Februari 2011

INILAH SEBAB WANITA TAK PERLU VIAGRA

INDONESIA GLOBAL



Komunikasi adalah hal yang penting di antara pasangan. Didengarkan bisa jadi merupakan hal yang membuat gairah seorang wanita terus menyala
Menurut riset yang dilakukan di Amerika Serikat, untuk meningkatkan gairah perempuan dengan libido yang cukup atau sedang-sedang saja, mereka tak perlu sampai minum pil biru. Perempuan cuma perlu didengarkan.

ABC News di Amerika Serikat melaporkan, dalam studi yang menyangkut sekitar 200 perempuan yang berusia antara 35 dan 55 tahun yang merasa memiliki masalah disfungsi seksual ditemukan bahwa mereka memiliki gairah seks yang lebih baik setelah membicarakan libido rendahnya kepada dokter.

Dokter dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat, dr Andrea Bradford, yang juga pemimpin penelitian ini mengatakan bahwa ia ingin mengetahui efektivitas dari obat untuk mengatasi masalah impotensi pria, Cialis, untuk masalah disfungsi seksual perempuan.

Semua responden diminta untuk menuliskan tentang hubungan seksual yang mereka miliki setiap hari selama 12 minggu dan mereka diberi kesempatan untuk berbicara dengan para dokter mengenai masalah mereka. Sebagian dari perempuan responden diminta meminum pil yang mirip obat tersebut, padahal sebenarnya gula-gula.

Menariknya, 35 persen perempuan yang diberikan pil palsu itu dilaporkan memiliki kepuasan seks yang lebih baik. Para peneliti berkesimpulan, hal ini terjadi karena mereka mengutarakan isi hati dan kondisi mereka kepada orang lain.

"Semua responden di studi ini memiliki kesempatan untuk berbicara dengan para profesional yang mendengarkan keluhan mereka. Yang terpenting lagi, si pendengar harus bisa mendengarkan dengan serius dan menanggapi sungguh-sungguh," ucap dr Bradford.

"Dalam pencarian terhadap solusi medis atau "peluru ajaib" untuk mengatasi masalah seksual perempuan, kemungkinan kita melewatkan hal-hal mendasar," simpul dr Bradford mengenai hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini.

Tidak ada komentar: