
Surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo, Rabu (13/10), mengutip sumber dari pemerintah, mengatakan, para pembantu dekat dari anak termuda, Jong-Un, merencanakan sebuah serangan terhadap Jong-Nam setelah pemimpin memilih Jong-Un sebagai pewaris kekuasaan pada Januari 2009. Jong-Nam umumnya hidup di Beijing dan Makau sejak ditinggalkan ayahnya.
Dalam wawancara singkat yang disiarkan stasiun televisi Jepang, Asahi, Selasa, Jong Nam menyatakan penolakan terhadap pewarisan kekuasan dalam negeri komunis itu.
Chosun mengutip sumbernya dengan mengatakan, pembantu Jong-Un tahun lalu mencoba melakukan sesuatu terhadap Kim Jong-Nam, yang mudah berkomentar di luar negeri, tetapi China mengingatkan mereka supaya tidak melukainya selama di wilayah China. Koran tersebut mengatakan, Jong-Nam dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan "para pangeran" berkuasa China, sekelompok anak-anak pejabat senior. "Kim Jong-Nam tidak akan kembali ke Korut tetapi tinggal di China," tambah sumber tersebut.
Badan intelijen Korsel menolak untuk berkomentar pada mengenai laporan tersebut.
Status Jong-Un sebagai calon pemimpin semakin jelas setelah Pyongyang menaikkan pangkatnya menjadi jenderal bintang empat dan memberikan jabatan kunci kepemimpinan partai pada akhir bulan lalu. Ia, Minggu, terlihat bersama ayahnya dalam parade militer besar yang tampak seperti pesta perayaan.
Jong-Nam ditinggalkan karena tertangkap mencoba memasuki Jepang dengan paspor palsu tahun 2001. "Secara pribadi saya menentang pewarisan kekuasaan keluarga pada generasi ketiga," kata Jong-Nam dalam wawancara dengan TV Asahi yang dilakukan di Beijing, Sabtu.
Pemimpin Kim Jong-Il meneruskan ayahnya Kim Il-Sung, yang meninggal tahun 1994. Jong-Nam, 39 tahun, menyatakan akan menerima keputusan ayahnya, meski menentang pewarisan kekuasaan. "Karena itu, saya siap untuk membantu adik saya sebisa mungkin selama hidup di luar negeri," jelasnya.
Seorang pakar Korut di Universitas Dongguk, Seoul, Kim Yong-Hyun mengatakan, komentar Jong-Nam tampak seperti sinyal dari rezim tersebut. "Wawancaranya terlihat seperti pesan kepada dunia bahwa tidak ada pergesekan internal terkait tranfer kekuasaan tersebut," kata pakar tersebut kepada AFP.
"Jong-Nam juga mengatakan ia akan tetap tinggal di luar negeri. Wawancara tersebut menunjukkan tidak ada ruang untuk masuk kembali dalam struktur kekuasaan Korut sekarang," jelasnya.

SEOUL, Para pembantu dari putra termuda dan pewaris kepemimpinan Korea Utara (Korut) Kim Jong Il merencanakan serangan ke putra tertua Kim, tetapi diperingatkan oleh China, menurut laporan pada Rabu.
Surat kabar Korsel Chosun Ilbo, mengutip sumber dari pemerintah, mengatakan, para pembantu dekat pewaris takhta Korut, Jong Un, merencanakan serangan kepada Jong Nam setelah pemimpin memilih Jong Un sebagai pewaris kekuasaan pada Januari 2009.
Saat ini, Jong Nam hidup di Beijing dan Makau sejak dicoret oleh ayahnya dari daftar pewaris takhta Korea Utara.
Dalam wawancara singkat yang disiarkan stasiun televisi Jepang Asahi pada Selasa, Jong Nam menyatakan penolakan terhadap pewarisan kekuasan dalam negeri komunis.
Chosun mengutip sumbernya dengan mengatakan, pembantu Jong Un tahun lalu mencoba melakukan sesuatu kepada Kim Jong Nam.
Alasannya, Jong Nam terlalu banyak omong di luar negeri. Namun, Pemerintah China mengingatkan kaki tangan Jong Un agar tidak melukai selama Jong Nam berada di wilayah China.
Koran tersebut mengatakan, Jong-nam dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan para pangeran pemilik kekuasaan di China, sekelompok anak-anak pejabat senior.
"Kim Jong Nam tidak akan kembali ke Korut, tetapi tinggal akan tinggal di China," tambah sumber tersebut.
Badan intelijen Korsel menolak untuk berkomentar mengenai laporan tersebut.
Status Jong Un naik sebagai calon pemimpin Korut setelah Pyongyang menaikkan pangkatnya menjadi jenderal bintang empat dan memberikan jabatan kunci kepemimpinan partai pada akhir bulan lalu.
China merupakan sekutu dan penyokong ekonomi utama Korut, mitra perdagangan terbesar dan penyedia energi.
"Secara pribadi saya menentang terhadap pewarisan kekuasaan keluarga pada generasi ketiga," kata Jong Nam dalam wawancara dengan TV Asahi yang dilakukan di Beijing pada Sabtu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar